Saat ngumpul
bareng teman, seorang teman bertanya tentang bawang dayak, hmm... bawang dayak
terasa asing di telinga, Admin penasaran dan ingin tahu tentang bawang dayak?.
Tertarik dengan
segala hal yang berbau herbal Admin mencoba mencari tahu lebih banyak tentang
bawang dayak, dari beberapa artikel kesehatan dan jurnal-jurnal yang membahas
tentang bawang dayak ternyata bawang danyak memiliki segudang manfaat untuk
kesehatan, oke kita mulai dulu dari asal usul bawang dayak.
Bawang dayak atau bawang sabrang adalah salah satu
species bawang yang berasal dari Amerika. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah
pegunungan dengan tinggi antara 600–1500 m dpl. Bawang dayak menyukai
tempat-tempat terbuka dengan tanah yang banyak humus dan lembab.
Bawang dayak merupakan tanaman berumpun atau
bergerombol dan berbatang basah dengan ketinggian tanaman mencapai 50 cm, umbi
panjang, berbentuk bulat telur, berwarna merah seperti bawang merah dan tidak
berbau. Daun bawang dayak berwarna hijau beriga, mirip anggrek tanah. Bunganya
berwarna putih dan biasa mekar pada sore hari selama beberapa jam.
Bagian tumbuhan yang ditanam adalah umbinya. Bawang
dayak tumbuh liar dihutan, dengan bunga berkelopak lima bewarna putih dan hanya
tumbuh saat gelap. Daun bawang sabrang berbentuk pita dengan panjang antara
15–20 cm dan lebar 3–5 cm serta mirip tanaman palem.
Sesuai dengan namanya, bawang dayak ini
berasal dari daerah Kalimantan, dimana suku Dayak tinggal dan juga berasal.
Bawang dayak memiliki bentuk fisik yang mirip dengan bawang merah biasa, namun
memiliki sedikit perbedaan. Berikut ini adalah beberapa perbedaan dari bawang
dayak dengan bawang merah biasa pada umumnya :
- Bawang dayak memiliki warna umbi yang lebih merah menyala dibandingkan dengan bawang merah biasa
- Bawang dayak memiliki permukaan yang licin
- Lapisan umbinya tebal dan kerat
- Dapat tumbuh hingga mencapai panjang 25 hingga 50 cm
Selain dikenal dengan nama bawang Dayak,
jenis bawang ini memiliki ciri – ciri fisik yang cukup unik, maka sering
juga dikenal dengan berbagai istilah. Berikut ini adalah beberapa nama lain
yang biasa digunakan oleh bawang dayak :
- Bawang berlian
- Bawang Sabrang
- Bawang Tiwang
- Bawang Hutan
- Bawang Mekah
- Bawang Borneo
- Bawang Merah Hutan, dll
Manfaat Bawang Dayak
Kandungan senyawa aktif
dalam bawang dayak sangat lengkap sehingga sangat wajar khasiatnya banyak.
Senyawa ini meliputi alkaloid, steroid, glikosida, flavonoid, fenolik, tanin,
dan saponin. Salah satu dari senyawa ini, yaitu flavonoid dapat berkhasiat sebagai
antikanker, antiviral, anti-inflamasi, mengurangi risiko penyakit
kardiovaskular, serta penangkap radikal bebas.
Kekuatan aktivitas
antioksidan senyawa flavonoid tergantung pada jumlah dan posisi dari gugus OH
dalam molekul flavonoid. Semakin banyak gugus OH, aktivitas antiradikalnya
semakin tinggi.
Beberapa penelitian dan
pengujian telah dilakukan untuk membuktikan khasiat bawang dayak. Di antaranya
oleh Fakultas Farmasi ITB Bandung yang mengkaji pengaruh pengolahan simplisia
terhadap kandungan metabolit utama bawang dayak. Bawang dayak dapat digunakan
langsung secara segar atau dikeringkan.
Untuk mendapatkan
khasiat maksimal, sebaiknya bawang dayak diperoleh ketika pertumbuhannya
mencapai puncak vegetatif, yaitu ketika baru muncul kuncup bunga.
Naiknya popularitas
bawang dayak sangat beralasan karena didukung oleh bukti-bukti akurat yang
telah merasakan khasiat dahsyat si umbi ajaib ini. Salah satunya dialami oleh
Ibu Titiek Sri Rahayu, asal Jakarta. Ia mencoba mengonsumsi bawang dayak
setelah divonis menderita kanker payudara oleh dokter.
Ketika itu, dokter
menyarankannya untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Ia rajin
mengonsumsinya sebanyak 3 kali sehari, yaitu saat pagi, siang, dan sore.
Alhamdulillah, benjolan yang semula 7 cm x 4 cm tinggal sebesar kacang tanah.
Ia merasakan betul khasiatnya dengan menyaksikan penyusutan massa benjolannya
dari hari ke hari.
Khasiat bawang dayak
dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari yang ringan hingga penyakit
berbahaya, bahkan mematikan. Misalnya, diabetes mellitus, jantung koroner,
hipertensi, tuberkulosis, bronkitis, radang rektum, asam urat, radang prostat,
ambeien, peluruh lemak, bisul, hepatitis, dan peningkat gairah seksual.
AgroMedia Pustaka
menerbitkan buku Bawang Dayak Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit yang akan
membahas secara tuntas tentang bawang dayak ini. Buku ini disusun Ni Luh
Indrawati, S.Farm., Apt. dan Razimin, S.Si., Apt.
Di dalamnya dijelaskan
mulai dari mengenal bawang dayak sebagai mutiara Borneo yang memiliki segudang
khasiat, pembahasan ilmiah bawang dayak, manfaat bawang dayak untuk menumpas
aneka penyakit, teknik peracikan untuk pengobatan, hingga ramuan bawang dayak
secara spesifik untuk 23 jenis penyakit ringan dan berat, seperti kanker,
diabetes, jantung, hipertensi, hepatitis, TBC, bronkitis, sinusitis, radang,
asam urat, rematik, infeksi, gondok, pencernaan, ambeien, nyeri haid, bisul,
kewanitaan, dan peningkat gairah seksual.
Ada juga sebagian orang
menyebutnya sebagai Bawang Berlian atau Bawang Arab. Bawang Sabrang membutuhkan
syarat hidup pada ketinggian antara 600 – 2000 m dpl. Sangat cocok bila berada
pada lahan yang kaya akan belerang. Bentuk dan warnanya lebih mirip bawang
merah lanang.
Tanamannya sendiri
memiliki ciri daunnya berbentuk pita sepanjang 15-20 cm, lebar 3-5 cm mirip
palem dengan tulang daun sejajar. Bunga berwarna putih dengan kelopak berjumlah
lima. Penduduk lokal di Kalimantan sudah menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional.
Bagian yang dapat dimanfaatkan pada tanaman ini adalah umbinya.
Khasiat Bawang Dayak
Bawang Dayak/ Borneo
dapat membantu penyembuhan berbagai jenis penyakit, antara lain :
1. Amandel
2. Ambeien
3. Asam Urat
4. Asma
5. Bisul
6. Bronkhitis
7. Darah Rendah
8. Diabetes Melitus
9. Epilepsi
10. Gangguan Pencernaan
Lambung
11. Gangguan Seksual
12. Ginjal
13. Gondok
14. Hepatitis
15. Hipertensi / Darah
Tinggi
16. Insomnia
17. Jantung
18. Kanker Kelenjar
Getah Bening
19. Kanker Paru – Paru
20. Kanker Payudara
21. Kanker Rahim
22. Kanker Usus
23. Keputihan
24. Kista
25. Kolesterol
26. Maag
27. Migrain
28. Myom
29. Obat Muntah
30. Pelupa / Menurunnya
Fungsi Ingatan
31. Peluruh Kemih
32. Pencahar
33. Prostat
34. Radang Usus
35. Rematik
36. Sakit Kuning
37. Sakit Perut
38. Sakit Pinggang
39. Stamina
40. Stroke
41. TBC
42. Vertigo
43. Vitalitas
Para ahli berpendapat
bahwa antioksidan mampu mereduksi risiko penyakit kronis seperti kanker dan
penyakit jantung. Penggunaan antioksidan alami saat ini dianggap lebih aman
karena antioksidan alami diperoleh dari ekstrak tanaman. Antioksidan alami yang
terdapat pada tanaman antara lain kelompok flavonoid berupa senyawa
polifenol. bawang dayak memiliki kelompok flavonoid.
Didalam referensi Buku
Tanaman Obat Indonesia disebutkan bahwa kandungan Bawang Tiwai ini meliputi
:Polifenol, Tanin, Alkaloid, Saponin, Triterpenoid, Stroid, GlIkosida, Fenolik
dan Flavonoid (kandungan senyawa lainnya masih dalam penelitian). Sudah sejak
lama bawang dayak dimanfaatkan sebagai obat aneka penyakit. Meskipun demikian,
studi mengenai manfaat bawang dayak untuk kesehatan masih belum banyak
dilakukan.
Bawang dayak untuk obat
hipertensi dan diabetes
Menurut Prof Dr Sidik
Apt (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) bawang dayak
mengandung alisin. Senyawa inilah yang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan
menurunkan kekentalan darah.
Kandungan
naphtoquinones dalam bawang dayak dikenal sebagai antimikroba, antifungal,
antivirial, dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas
sebagai antikanker dan antioksidan.
Cara Pengolahan Bawang
Dayak
Untuk cara pengolahan
bawang dayak sendiri cukup mudah, anda bisa membuatnya dengan berbagai bentuk,
seperti di rajang, di jadikan sebagai bubuk atau dapat juga di jadikan sebagai
manisan.
Banyak cara yang dapat
anda pilih saat menggunakan bawang dayak
Berikut adalah beberapa
cara untuk mengolah bawang dayak menjadi obat siap konsumsi dan ramuan-ramuan
tradisionalnya.
Bawang dayak rajangan
Iris iris bawang dayak
kemudian dijemur atau di oven hingga kering setelah itu kemas dalam wadah yang
kedap udara.
Bawang dayak serbuk/bubuk
Hancurkan rajangan bawang
dayak kering kemudian hancurkan dengan blender lalu diayak dan disimpan dalam
wadah kedap udara.
Manisan bawang dayak
Nah ini dia yang saya
suka, manisan dari bawang dayak, namun jika dijadikan manisan tentunya tidak
cocok bagi penderita diabetes karena kandungan gulanya yang tinggi
Membuat ramuan bawang
dayak
Untuk mengobati kanker
payudara anda dapat merajang bawang dayak kemudian tambahkan rajangan temu
putih kering, rumput mutiara, keladi tikus kering dan sambiloto kering. Rebus
semua bahahan dengan 5 gelas air hingga tersisa setengahnya kemudian minum air
rebusan ini 3 kali sehari pada saat satu jam sebelum makan atau dua jam setelah
makan.
Sumber :
manfaat.co.id
kabarnusa
daunbuah.com
Sumber :
manfaat.co.id
kabarnusa
daunbuah.com
tag : Manfaat bawang dayak, bawang dayak, obat kangker, asam urat,


0 comments: