Data
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut glaukoma menempati peringkat kedua
penyebab kebutaan di dunia. Disebut sebagai pencuri penglihatan, pakar
menekankan pentingnya deteksi dini untuk pencegahan glaukoma.
Di lansir dari DetikHelth.com, "Kebutaan yang terjadi karena glaukoma tidak bisa
dikembalikan seperti semula. Karena itu pencegahan glaukoma melalui pemeriksaan
dini menjadi penting dan harus dilakukan," ungkap dr Astrianda Suryono,
SpM(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo.
Glaukoma terjadi karena adanya tekanan tinggi
pada bola mata. Secara klasifikasi, ada 4 jenis glaukoma yang bisa menyerang
mata.
Apa saja? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut daftarnya:
Glaukoma kronis
Glaukoma kronis merupakan jenis glaukoma paling umum. 80
Persen kasus glaukoma ini tidak memiliki gejala apapun.
Glaukoma kronis dikenal juga sebagai glaukoma sudut terbuka.
Struktur mata nampak normal namun terjadi penumpukan cairan mata di saluran
trabekular akibat pompa yang mengalirkan cairan tidak bekerja dengan baik.
Glaukoma jenis inibiasanya menyerang di usia 40 tahun ke
atas.
Glaukoma akut
Glaukoma akut disebut juga sebagai glauka sudut tertutup.
Gangguan luas penglihatan dapat terjadi secara tiba-tiba karena penggunaan obat
mata steroid, trauma atau infeksi.
Gejala yang muncul antara lain, mata merah, nyeri pada mata,
muntah dan mual. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kebutaan dalam
waktu beberapa hari saja
Glaukoma kongenital
Glaukoma kongenital merupakan glaukoma yang terjadi akibat
bawaan lahir. Penyebabnya bisa jadi karena kerusakan mata akibat bayi lahir
prematur atau adanya tumor pada mata yang menyebabkan tekanan bola mata
meningkat.
Pengobatan glaukoma kongenital bisa dilakukan dengan operasi
dengan membetulkan kerusakan yang terjadi.
Glaukoma
neovaskular
Glaukoma neovaskular merupakan bentuk lain dari glaukoma
sekunder. Komplikasi penyakit lain seperti diabetes melitus atau hipertensi
memunculkan pembuluh darah baru di mata.
Akibatnya, tekanan pada bola mata meningkat yang menyebabkan
kerusakan pada saraf mata.

0 comments: