Tuesday, March 13, 2018

Bunga Kitolod - Manfaat dan Kegunaanya Terutama Mengobati Penyakit Mata Minus, Katarak


Bunga kitolod atau dinamakan juga bunga laurentia longiflora adalah sebuah bunga yang memiliki bentuk kelopak 5 buah, mirip dengan bintang yang tumbuhnya dibagian tepi jalanan atau pun semak. Meskipun pembudidayaan jenis bunga ini sudah dimulai dan tidak sedikit orang yang menyatakan bahwa bunga ini memilih khasiat terutama untuk kesehatan mata. Lalu, bagaimana jika kita menggunakan kitolod sebagai obat alami? Apa khasiat dan efek samping bunga kitolod untuk mata? Apakah bisa digunakan sebagai cara mengatasi mata lelah dan perih?

kitolod adalah salah satu jenis tanaman yang cukup mudah untuk ditemui dan tumbuh liar di tempat lembab seperti selokan, pinggir sungai, pematang sawah  atau sekitar danau. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Isotoma longiflora ini mengandung lobelin dan isotomin. Daun tanaman ini mengandung saponin, alkaloid, polifenol dan saponin. Kitolod dapat ditemukan di dataran rendah sekitar 1000 mdpl. Siapa yang sangka bahwa tanaman yang terabaikan ini terbukti memiliki efek untuk menyembuhkan berbagai penyakit


Nama Daerah

Ki tolod, daun tolod (Sunda), Kendali, sangkobak (Jawa)

Sifat Kimiawi 

Tumbuhan ini kaya kandungan kimia yang sudah diketahui a.l. Senyawa alkaloid yaitu lobelin, lobelamin dan isotomin. Daunnya mengandung alkoloid, saponin, flavonoid dan poliferol. 

Perhatian

Tanaman ini beracun, untuk setiap kali minum tidak boleh lebih dari 3 lembar daun.

Efek Farmakologis

Getahnya beracun, anti radang, anti neoplastik, anti inflamasi (anti peradangan), analgesik (penghilang nyeri) dan hemostatik (menghentikan perdarahan).

Deskripsi Tanaman

Tanaman yang berasal dari Hindia Barat ini tumbuh liar di pinggir saluran air atau sungai, pematang sawah, sekitar pagar dan tempat-tempat lainnya yang lembab dan terbuka. Ki tolod dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.100 m dpl. Terna tegak, tinggi mencapai 60 cm, bercabang dari pangkalnya, bergetah putih yang rasanya tajam dan mengandung racun.

Daun tunggal, duduk, bentuknya lanset, permukaan kasar, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi melekuk ke dalam, bergigi sampai melekuk menyirip. Panjang daun 5-17 cm, lebar 2-3 cm, warnanya hijau. Bunganya tegak, tunggal, keluar dari ketiak daun, bertangkai panjang, mahkota berbentuk bintang berwarna putih. Buahnya berupa buah kotak berbentuk lonceng, merunduk, merekah menjadi dua ruang, berbiji banyak.

Budidaya


Perbanyakan dengan biji, stek batang atau anakan. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Bagian Tanaman Yang Di Jadikan Obat

Daun, bunga dan seluruh tanaman.

Resep/Cara Pengolahan

Sakit gigi : Dua lembar daun dicuci bersih lalu ditumbuk halus, taruh pada lubang gigi yang sakit.

Asma, Bronchitis, Radang Tenggorokan : Tiga lembar daun dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin di saring lalu di minum. Lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore.

Luka : Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus, tempelkan pada luka lalu di balut dengan kain bersih. Ganti 2 - 3 kali sehari.

Kanker : Daun 3 lembar berikut batangnya, di rebus dengan 5 gelas air hingga menjadi 1 – 2 gelas dengan api kecil. Air rebusan di minum beberapa kali hingga habis dalam sehari

Katarak : 1 lembar daun yang sudah bersih ditambah 5 sendok makan air bersihkemudian tulang daun ditekan tekan dengan sendok. Daunnya dibuang, airnya 3-5 tetes diteteskan kemata, didiamkan sejenak, kototan mata dibuang kemudian mata dicuci dengan air rebusan daun sirih.

Penelitian yang di lakukan oleh salah satu universitas yang ada di Indonesia pernah menyatakan bahwa memang ekstrak daun dan juga bunganya mempunyai aktivitas antibakteri yang cukup baik seperti alkaloid, polifenol, dan saponin. Sehingga bisa membantu mengatasi jika adanya peradangan atau pun infeksi pada mata.

Namun tentunya proses pengolahan yang baik dengan jenis ekstrak tersebut harus Anda lakukan dengan benar agar khasiatnya benar-benar ada dan tidak memberikan efek samping yang buruk.

Jadi, Anda sebenarnya cukup aman menggunakan bunga kitolod asal bisa mengolahnya dengan benar. Misalnya dari segi kebersihan, karena bunga ini adanya ditepian jalan maka proses pembersihannya pun harus lewat air yang mengalir agar semua bakterinya benar-benar hilang.


Berikut adalah langkah untuk bisa menggunakan kitolod sebagai obat mata :
  • pertama, Anda harus mengambil beberapa Bungan kitolod sampai ke bagian tangkai bunganya.
  • Kemudian Anda bisa mencuci kitolod hingga bersih menggunakan air yang mengalir.
  • Selanjutnya, rendam kitolod selama kurang lebih 10 menit menggunakan air bersih.
  • Setelah direndam, Anda bisa mengambil 1 tangkai kitolod lalu teteskan air yang ada diujung tangkai bunganya ke mata Anda.
  • Pada awalnya mata Anda akan merasa sedikit perih dan terasa sepat. Namun tidak terlalu lama, beberapa menit juga sudah kembali normal.

Efek Samping Bunga Kitolod Untuk Mata

Untuk efek samping sebenarnya akan Anda alami jika bunga kitolod yang Anda ambil dan Anda teteskan ke mata tidak higienis atau tidak bersih. Karena bisa saja bakteri yang masih menempel malah masuk ke dalam mata dan menyebabkan beberapa keluhan seperti mata perih terlalu lama, mata kering, infeksi mata, iritasi, mata merah dan yang lainnya. Cara mengatasi mata merah bisa dengan obat tetes insto. Karena itulah, anjuran saat membersihkan daun kitolod harus diutamakan, atau kalau bisa akan lebih baik jika Anda membersihkan menggunakan air hangat.

Selain itu, akan lebih baik Anda juga menghindari melakukan proses pengobatan alami yang sangat tidak sesuai dengan kondisi mata Anda. Jika memang kondisi mata mengalami jenis penyakit mata tertentu akan lebih baik jika Anda bisa memeriksakan mata lebih dulu ke dokter sebelum ingin melakukan pengobatan alami menggunakan daun atau bunga tertentu yang memang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat.

SHARE THIS

Author:

Pentingnya informasi tentang cara hidup sehat, membuat admin terinspirasi untuk berbagi informasi, pengalaman dan pengetahuan tentang cara hidup sehat.

0 comments: